Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah14
Tanya Jawab438
Kegiatan227
Liputan Media308
Galeri Foto1908


Anda Pengunjung Ke:
85870
August
SunMonTueWedThuFriSat
272829303112
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31123456
5-thumbKamis, 28 Agustus 2008
200 Aktivis 98 Siap Saingi Caleg Artis

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqqie sebagai tuan rumah, ikut memberikan wejangan kepada aktivis 98. Jimly mengatakan, jika banyak dari aktivis 98 terpilih menjadi anggota dewan, itu merupakan proses yang baik bagi regenerasi.

"Kalaupun terpilih, Anda harus bekerja dengan sebaiknya. Saya berharap Anda terus bersedia belajar. Jadikan jabatan tempat belajar," ujar Jimly.

Jimly mengingatkan, bahwa menjaid pejabat akan sangat berbeda nuansanya dengan menjadi aktivis. Menurutnya, saat menjadi aktivis, rasa idealisme akan tinggi. Namun, kalau sudah memiliki jabatan, integritas itu sulit dijaga.



Selengkapnya
  • Pengantar Ilmu Hukum Tata negara jilid 1
    Download
  • Perihal Undang-Undang

  • Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi
    Download
  • Hukum Acara Pengujian Undang-undang
    Download
  • Model-Model Pengujian Konstitusional di Berbagai Negara

  • Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia
    Download
  • Sengketa Kewenangan Konstitusional Lembaga Negara

  • Kemerdekaan Berserikat, Pembubaran Partai Politik, dan Mahkamah Konstitusi

  • Teori Hans Kelsen Tentang Hukum
    Download
  • Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi
    Download
  • Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi

  • Gagasan Amandemen UUD 1945 Dan Pemilihan Presiden Secara Langsung
    Download
  • Implikasi Perubahan UUD 1945 terhadap Pembangunan Hukum Nasional
    Download
  • Pengantar Hukum Tata Negara Jilid II
    Download
  • PIDATO PADA SIDANG PLENO PENGUCAPAN SUMPAH KETUA MKRI PERIODE 2008-2013
    Pidato ini disampaikan pada Sidang Pleno Pengucapan Sumpah Ketua dan Wakil Ketua MKRI Periode 2008-2013 pada hari Kamis, tanggal 21 Agustus 2008, di Ruang Sidang Utama Mahkamah Konstitusi RI.
    Download
  • MEMBANGUN BUDAYA SADAR BERKONSTITUSI

    Bahan disampaikan pada acara Seminar “Membangun Masyarakat Sadar Konstitusi”, yang diselenggarakan oleh DPP Partai Golkar, Jakarta, 8 Juli 2008.


    Download
  • KONSTITUSI DAN KEBHINNEKAAN
    Bahan disampaikan pada acara Seminar “Masa Depan Kebhinnekaan dan Konstitusionalisme di Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Solusi”. Diselenggarakan oleh International Center for Islam and Pluralism. Jakarta, 22 Juli 2008.
    Download
  • Pelaksanaan HAM Selama Era Reformasi : Capaian dan Tantangannya
    Sambutan Ketua Mahkamah Konstitusi pada Lokakarya Nasional Hak Asasi Manusia “10 Tahun Reformasi: Quo Vadis Pemajuan dan Penegakan HAM di Indonesia”, Selasa, 8 Juli 2008, di Jakarta.
    Download
  • GAGASAN DASAR TENTANG KONSTITUSI & MAHKAMAH KONSTITUSI
    Dalam perkembangan kehidupan bernegara, konstitusi menempati posisi yang sangat penting. Pengertian dan materi muatan konstitusi senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia dan organisasi kenegaraan. Dengan meneliti dan mengkaji konstitusi, dapat diketahui prinsip-prinsip dasar kehidupan bersama dan penyelenggaraan negara serta struktur organisasi suatu negara tertentu. Bahkan nilai-nilai konstitusi dapat dikatakan mewakili tingkat peradaban suatu bangsa.
    Download
Selengkapnya
Baca Tanya Jawab
1-thumb Jimly: Jangan Lupa Diri Ketika di Parlemen
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengingatkan para aktivis politik agar tidak lupa diri ketika sudah menggapai kekuasaan atau berkecimpung di parlemen.

Hal itu disampaikan Jimly dalam acara "Lepas Aktivis 98 Menuju Pemilu 2009" di gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (27/8/2008).

"Jangan ketika sudah menjadi caleg (calon legislatif), menerima atau berebut uang yang bukan menjadi hak kita. Walaupun kekuasaan sudah di tangan," imbau Jimly.

Menurutnya para aktivis politik justru harus dapat menunjukkan kualitasnya.

Sehubungan dengan itu pula, dia meminta caleg yang berangkat dari aktivis politik, agar tidak kalah bersaing dengan para caleg yang berlatar belakang pangusaha dan seniman (artis).

CopyRight © jimly.com 2007 - 2008