
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 41 |
| Tanya Jawab | 1903 |
| Kegiatan | 383 |
| Liputan Media | 331 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
574780
| March | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 28 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 |
NILAH.COM, Jakarta – Sejumlah kalangan non parpol disinyalir juga berpeluang kuat mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono di Pilpres 2009. Salah satunya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie. Ia dianggap merepresentasikan wilayah luar Jawa.
"Jika berdasarkan penetrasi wilayah, Pak Jimly cukup kuat untuk mendampingi SBY," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, di Jakarta, Rabu (6/5).
Salah satu kriteria SBY dalam menentukan cawapresnya, kata dia, adalah berdasarkan penetrasi wilayah luar Jawa, yakni wilayah timur dan wilayah barat. "Sebelumnya, Pak JK dari wilayah timur, maka kemungkinan besar cawapres SBY saat ini dari wilayah barat," ungkapnya.
Dengan pendekatan wilayah itu, tokoh-tokoh dari Sumatra cukup kuat, dan Jimly yang berasal dari Palembang akan bersaing dengan tokoh Sumatra lainnya. Yakni, Hatta Radjasa dan Akbar Tandjung yang juga berpeluang menjadi cawapres SBY. [*/nuz]
Arsip Berita

