Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku5
Makalah169
Tanya Jawab5251
Kegiatan859
Liputan Media452
Galeri Foto2353


Anda Pengunjung Ke:
6410122
November
SunMonTueWedThuFriSat
2930311234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293012
C5cfd9a3-ded7-4213-92db-98314d438469_169-thumb Jimly: Imbauan Presiden Jokowi untuk Boikot Israel Harus Didukung

Jakarta - Presiden Jokowi menyerukan untuk memboikot produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan dalam penutupan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa  Organisasi Kerja Sama Indonesia (KTT LB OKI). Seruan itu disambut baik oleh Ketua DKPP Jimly Asshidiqie.

"Sikap terhadap Israel sangat tegas disampaikan Presiden kemarin dan imbauan untuk boikot Israel itu saya kira kita harus dukung dan menunjukkan sikap tegas kita," ujar Jimly usai menjenguk BJ Habibie di Paviliun RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2016).

Jimly menyebut, Indonesia adalah bangsa yang konsisten menentang penjajahan. Hal itu tertuang dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945.

"Di mana saja ada penjajahan di apakah negara Islam atau bukan apalagi Israel kan bukan cuma soal agama di sana ada orang Islam, Kristen dan juga ada orang Yahudi sendiri yang merasa terjajah oleh Israel," tutur Jimly.

Lebih lanjut Jimly menyerukan agar isu kemerdekaan Palestina juga disuarakan ke dunia barat. Untuk mewujudkan perdamaian di Palestina, maka negara-negara yang tergabung di OKI harus merangkul pula negara-negara lain.

Menurut Jimly, Amerika Serikat adalah salah satu negara yang harus menyatakan sikap netral dalam krisis di Palestina dan Israel. OKI juga harus melakukan diplomasi ke AS, kata Jimly.

"Peranan AS menjadi sangat penting. Jadi kita harap Obama akhiri masa jabatan dengan buat keputusan tegas, tak lagi berpihak kepada Israel. Dia harus bepihak pada kebenaran. Dua-duanya harus dibela supaya dua negara itu sama-sama koeksis damai," ungkap Jimly. 
(bag/hri)

sumber: detik.com 



Arsip Berita
CopyRight © jimly.com 2007 - 2008