Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku5
Makalah169
Tanya Jawab5251
Kegiatan859
Liputan Media452
Galeri Foto2353


Anda Pengunjung Ke:
6410106
November
SunMonTueWedThuFriSat
2930311234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293012
169645b9-978f-4154-aad8-37b58520fda5-thumb Jimly Asshiddiqie Terpilih Jadi Ketua Umum ICMI

Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie terpilih sebagai ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2015 - 2020. Jimly dipilih secara musyawarah mufakat di antara tujuh formatur yang terpilih.

Seperti tertuang dalam siaran pers MPR RI, pemilihan ketua umum ICMI berlangsung dari Sabtu malam 12 Desember 2015 hingga pagi hari 13 Desember 2015 dalam Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI di Hotel Lombok Raya, Mataram NTB.

Pemilihan ketua umum ICMI dilakukan secara musyawarah mufakat di antara tujuh orang yang terpilih sebagai formatur. Ketujuh formatur itu adalah Ilham Habibie, Jimly Asshiddiqie, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Muhammad Nuh, Herry  Suhardiyanto dan Hatta Rajasa.

Pemilihan diawali dengan usulan nama dari peserta Muktamar (Orwil, Orda, Orsat). Dari usulan itu ada 63 nama. Dari 63 nama itu terpilih 15 nama berdasarkan urutan suara terbanyak. Kemudian 15 nama itu dibawa ke Majelis Permusyawaratan Muktamar. Anggota Majelis Permusyawaratan Muktamar adalah presidium demisioner, ketua dewan penasihat, ketua dewan pakar, 34 ketua orwil ICMI. Dari musyawarah, suara terbanyak nomor satu sampai tujuh menjadi formatur sekaligus menyusun pengurus inti ke depan.

Pimpinan sidang Priyo Budi Santoso memastikan Jimly terpilih jadi ketua umum ICMI.  "Enam formatur lainnya diposisikan mendampingi sebagai wakil ketua umum. Saya, Ilham Habibie, Zulkifli Hasan dan yang lainnya menjadi wakil ketua umum," katanya.

Ketua MPR Zulkifli Hasan yang juga menjadi formatur juga menegaskan formatur ini akan menyusun kepengurusan ICMI. Dia berharap pengurus baru ICMI bisa menjadikan ICMI sebagai ikatan cendekia yang mampu memberikan pikiran-pikiran, konsep kebangsaan, konsep sistem ekonomi, dan sistem demokrasi.

"Dengan ICMI, Indonesia sebagai model Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang toleran. Itu menjadi model bagi negara-negara lain. Indonesia patut menjadi model. Ini juga diharapkan pemikiran ICMI agar Indonesia menjadi model bagi dunia Islam," kata Zulkifli. 
(van/nrl)

sumber detik.com 



Arsip Berita
CopyRight © jimly.com 2007 - 2008