
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 41 |
| Tanya Jawab | 1910 |
| Kegiatan | 383 |
| Liputan Media | 331 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
577304
| March | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 28 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 |
Peluang Jimly Dampingi SBY cukup Kuat
Kapanlagi.com - Peluang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie cukup kuat untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) Susilo Bambang Yudhoyono, demikian kata pengamat politik M Qodari.
"Jika berdasarkan penetrasi wilayah, Pak Jimly cukup kuat untuk mendampingi SBY," kata Qodari kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5).
Direktur Eksekutif Indo Barometer itu mengatakan, salah satu kriteria SBY dalam menentukan cawapresnya adalah berdasarkan penetrasi wilayah luar Jawa, yakni wilayah timur dan wilayah barat.
"Sebelumnya, Pak JK (Jusuf Kalla) dari wilayah timur, maka kemungkinan besar cawapres SBY saat ini dari wilayah barat," ungkapnya.
Dengan pendekatan wilayah itu, tokoh-tokoh dari Pulau Sumatra cukup kuat, dan Jimly yang asli Palembang, Sumatera Selatan, akan bersaing dengan tokoh Sumatra lainnya seperti Hatta Rajasa dan Akbar Tandjung yang juga berpeluang menjadi cawapres SBY.
Sebelumnya, Jaring Muda Indonesia (JMI) menyatakan dukungan terhadap pencalonan Jimly Asshiddiqie sebagai cawapres SBY karena dianggap yang paling rasional dari kandidat yang ada dan memiliki basis hukum yang kuat.
JMI memiliki lima kriteria yang harus dimiliki pendamping SBY, yakni tidak berpihak pada neo-liberalisme, profesional, mampu menjadi 'sharing partner' (rekan berbagi) presiden, tidak punya cacat secara politik di masa lalu, dan diterima di kalangan manapun.
Dekati PKS
Sementara itu, mengenai adanya kabar bahwa Jimly mulai mendekati Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Qodari meragukan hal itu.
"Karena PKS sudah menentukan calon sendiri yang telah diajukan ke SBY, yakni Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan Salim Segaf Al Djufri. Sedangkan Jimly masuk sebagai cawapres SBY berdasarkan pendekatan wilayah," katanya.
Sementara itu, 'merapatnya' Jimly ke PKS juga dibantah oleh Kepala Badan Hubungan Masyarakat (Humas) PKS Ahmad Mabruri. Mabruri, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Jimly tidak melakukan pertemuan khusus dengan pimpinan PKS.
"Tetapi kedatangan Jimly ke Kantor DPP PKS, Rabu siang ini, hanya untuk memberikan pelatihan kepada sekitar 30 orang advokat PKS dalam mengamankan suaranya jika berperkara di MK," katanya.
Advokasi itu, lanjut Mabruri, dibutuhkan PKS berdasarkan pengalaman Pemilu 2004, di mana PKS kehilangan empat kursi di DPR.
Pada pemilu 2004, PKS yang meraih 8.325.020 suara (7,34%) hanya memperoleh 45 kursi DPR RI, sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) yang meraih 7.303.324 suara (6,44%) justru mendapat 52 kursi DPR RI. (kpl/dar)
Sumber: http://www.kapanlagi.com/h/peluang-jimly-dampingi-sby-cukup-kuat.html
Kembali

