
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 41 |
| Tanya Jawab | 1903 |
| Kegiatan | 383 |
| Liputan Media | 331 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
576550
| March | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 28 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 |
PKS: Jimly Yes, Boediono No!
JAKARTA - Merasa tidak sreg dengan Boediono, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diam-diam lebih suka dengan nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie. Menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, partainya tidak akan keberatan jika SBY memilih Jimly.
"Silahkan saja kalau chemistry-nya cocok," ujar Tifatul saat berbincang dengan okezone di Gedung Markaz Dakwah, Jalan TB Simatupang Nomor 82, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2009) dini hari.
Tifatul menambahkan, meski dia belum mengusulkan Jimly kepada SBY, nama pakar hukum tata negara ini telah menjadi salah satu dari 19 nominator yang dikantongi SBY. Alasan lain mengapa PKS lebih menerima Jimly karena Jimly dianggap mewakili ummat Islam, yang notabene basis partai berlambang padi emas dan partai-partai koalisi lainnya.
"Jelas, dia kan hijau," tambah Tifatul.
Jika nantinya SBY mengganti Boediono dengan Jimly Asshiddiqie sebagai calon wakil presiden, PKS tentu tidak akan keberatan. "Ini kan perbandingan-perbandingan, daripada Boediono lebih baik kan Pak Jimly, dia mewakili keumatan," pungkas Tifatul. (hri)
Sumber: http://pemilu.okezone.com/read/2009/05/14/268/219526/pks-jimly-yes-boediono-no
Kembali

