
KONTEN
| Buku | 14 |
| Makalah | 41 |
| Tanya Jawab | 1903 |
| Kegiatan | 383 |
| Liputan Media | 331 |
| Galeri Foto | 2230 |
Anda Pengunjung Ke:
576550
| March | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
| 28 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | 1 | 2 | 3 |
KEGIATAN
Wantimpres Berjanji Tetap Kritis Sampaikan Pertimbangan
JAKARTA (Suara Karya): Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2010-2014 berjanji, akan tetap kritis memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala negara agar kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada rakyat. Hal itu dikemukakan anggota Wantimpres Ginandjar Kartasasmita, Siti Fadilah Supari, dan Jimly Asshiddiqie, usai dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Negara, Jakarta, kemarin. "Ya, tentu harus tetap kritis. Ini agar kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada rakyat, ujar Siti yang juga mantan Menteri Kesehatan. Dia mengaku telah diberi tahu akan menjabat Wantimpres sejak penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Ia didatangi ke rumah oleh Menteri Sekretaris Negara kala itu, Hatta Radjasa, yang memberi tahu dirinya tidak menjabat menteri kesehatan lagi karena diminta masuk Wantimpres. "Sebagai 'prajurit', saya mengatakan siap bertugas di mana saja kalau masih dipakai," ujarnya. Hal sama dikemukakan Jimly Asshiddiqie. Dia mengatakan, anggota Wantimpres yang baru sudah bertemu dengan Presiden pada Minggu malam 24 Januari 2010. Pada pertemuan itu, Presiden berharap Wantimpres dapat intensif memberi masukan terhadap masalah-masalah mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan. "Kalau memberi masukan yang bisa efektif dan kritis itu hanya masalah cara, masalah seni menyampaikan. Saya yakin Wantimpres bisa," ujar Jimly. Sementara itu, Ginandjar Kartasasmita mengatakan, sampai saat ini Wantimpres belum menerima perincian dan pembagian tugas. "Presiden baru menyampaikan bahwa Dewan Pertimbangan Presiden itu penting dan mengharapkan nasihat serta pandangan, tapi apa-apanya nanti. Gambarannya adalah memberikan masukan untuk masalah-masalah mendasar bidang konstitusi, demokrasi, hubungan pusat daerah, internasional, dan lain-lain. Tapi secara rinci belum diberi tahu," ujarnya. Pelantikan
Seperti diketahui, Presiden SBY melantik anggota Wantimpres 2010-2014, Senin (25/1), pukul 14.00 WIB. Presiden telah menandatangani Surat Keputusan Presiden No 13P Tahun 2010 tentang pengangkatan sembilan anggota Wantimpres baru itu pada 20 Januari 2010. Dasar pembentukan Wantimpres adalah UU No 19/2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Dalam pasal 3 ayat 1 UU tersebut disebutkan bahwa Wantimpres bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. Mereka yang dilantik adalah mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Emil Salim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma`ruf Amin, mantan Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta, mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, mantan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah M Ryaas Rasyid, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan Mantan Menko Polhukam Widodo AS. Emil Salim dan Ma`ruf Amin menjabat Wantimpres untuk kedua kali. Sembilan anggota Wantimpres baru itu menggantikan anggota Wantimpres sebelumnya, yaitu Ali Alatas, Adnan Buyung Nasution, Subur Budhi Santoso, TB Silalahi, Rachmawati Soekarnoputri, Sjahrir, dan Abdul Gani Ilahude. (Feber S) (www.suarakarya-online.com)
Kembali
Wantimpres Berjanji Tetap Kritis Sampaikan Pertimbangan
Kembali

