Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah44
Tanya Jawab2224
Kegiatan407
Liputan Media334
Galeri Foto2230


Anda Pengunjung Ke:
761521
September
SunMonTueWedThuFriSat
2930311234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293012
KEGIATAN

SBY Lantik 9 Anggota Wantimpres

Image

GAMBIR (Pos Kota) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melantik sembilan anggota dewan pertimbangan presiden (Wantimpres) periode 2010-2014 di Istana Negara, Jakarta, Senin siang. Dari sembilan nama itu, empat orang di antaranya mantan menteri di Kabinet Indonesia Bersatu pada pemerintah SBY-JK.

Mereka yang dilantik itu, mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Emil Salim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma`ruf Amin, mantan Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta, mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, mantan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah M Ryaas Rasyid, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan Mmntan Menko Polhukam Widodo AS.

Jimly menyatakan usai dilantik menyatakan, Wantimpres pasti dapat berperan efektif dalam memberikan saran dan pertimbangan kepada Presiden. “Kami optimis dapat menjalankan tugas secara efektif untuk memberi nasehat dan masukan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan tugas pemerintahan,” kata Jimly.

Ia mengatakan anggota Wantimpres yang baru sudah bertemu dengan Presiden pada Minggu malam 24 Januari 2010. Pada pertemuan itu, Presiden berharap Wantimpres dapat intensif memberi masukan terhadap masalah-masalah mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sedangkan Ginandjar Kartasasmita, mengatakan sampai saat ini Wantimpres belum menerima perincian dan pembagian tugas. “Presiden baru menyampaikan bahwa Dewan Pertimbangan Presiden itu penting dan mengharapkan nasehat serta pandangan, tapi apa-apanya nanti,” tutur Ginanjar.

Sementara itu, Siti Fadilah Supari berjanji untuk tetap kritis memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala Negara agar kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada rakyat. ”Saya telah diberi tahu akan menjabat Wantimpres sejak penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu Kedua,” paparnya.

Adnan Buyung Basution mengaku tidak merasa kecewa karena tidak terpilih lagi menjadi anggota Watimpres. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya anggota Watimpres mendapat akses yang tepat waktu sehingga bisa memberikan nasihat pada waktu yang tepat kepada presiden. “Jadi jangan sampai terlambat dalam memberikan nasihat kepada presiden,” tutur dia.

(johara/sir)(www.poskota.co.id)







Kembali
CopyRight © jimly.com 2007 - 2008