Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku5
Makalah169
Tanya Jawab5251
Kegiatan859
Liputan Media452
Galeri Foto2353


Anda Pengunjung Ke:
6180967
July
SunMonTueWedThuFriSat
2526272829301
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
303112345
KEGIATAN

Prof Jimly : DKPP Tidak Hanya Memberi Sanksi, Tapi Juga Menjaga Kehormatan Institusi

482x320_2435-thumb

Bogor, DKPP- Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof Jimly Asshiddiqie menjadi pemateri pada kegiatan “Pembekalan Dalam Rangka Persiapan Menghadapi Persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Walikota Dan Wakil Walikota Di Mahkamah Konstitusi 2017”.

Dalam kegiatan tersebut, ketua DKPP menyampaikan materi terkait tugas, pokok dan fungsi DKPP serta kode etik penyelenggara Pemilu kepada jajaran Bawaslu yang berasal dari wilayah Papua Barat, Papua, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bawaslu RI di hotel Grand Savero Bogor, Sabtu (4/3).

“Tugas DKPP tidak hanya untuk menjatuhkan sanksi saja. Tugas DKPP itu menjaga kehormatan, maka namanya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Beda dengan Pengadilan Negeri, karena kita menjaga kehormatan,” terang Prof Jimly.

“Kehormatan yang dimaksud adalah kehormatan institusi. Kehormatan penyelenggara Pemilu, bukan kehormatan saudara sebagai pribadi sendiri-sendiri. Yang dijaga institusi,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa sanksi pemberhentian merupakan usaha menjaga kehormatan institusi. Sehingga sanksi etika berbeda dengan sanksi hukum. Menurut Prof. Jimly, sanksi hukum untuk menghukum, sedangkan sanksi etika itu berbeda tujuannya yaitu untuk mendidik, sehingga ada sanksi peringatan. Sanksi etik bukan sebagai pembalasan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara. Tapi niatnya adalah menjaga kehormatan institusi.

“Jika ada penyelenggara Pemilu yang diberhentikan, tidak perlu marah. Bukan tidak sayang kepada yang dipecat namun sayang kepada kehormatan institusi,” tegasnya. (Foto dan berita: Irmawanti)

 

Sumber : www.dkpp.go.id 







Kembali
CopyRight © jimly.com 2007 - 2008