Headercontent

Cari Buku

KONTEN
Buku14
Makalah144
Tanya Jawab4490
Kegiatan682
Liputan Media433
Galeri Foto2269


Anda Pengunjung Ke:
3673264
August
SunMonTueWedThuFriSat
272829303112
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31123456
Rabu, 04 September 2013
Jimly Asshiddiqie Juru Godok

Selaku Ketua Panitia 17 yang bertugas menggodok usulan perubahan nama empat ruas jalan di kawasan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, tentu bukan hal mudah bagi Jimly Asshiddiqie untuk menetapkan putusan. Ini mengingat banyak masukan berbagai pihak yang harus mendapat perhatian.

 

Mulai dari keinginan memberikan penghargaan untuk sejarah, serta membangkitkan sejarah generasi sekarang, sekaligus untuk mengapresiasi kepahlawanan yang dimiliki setiap tokoh pahlawan yang akan dipilih.
Terlebih lagi, mengingat banyak pula kritikan dari berbagai kalangan terhadap usulan penggantian itu, tanggung jawab besar kini berada di pundak Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini dalam menetapkan keputusan.
"Yang memaki banyak, tetapi yang mendukung juga banyak. Tetapi, dengan adanya kontroversi, ini baik untuk pendidikan politik karena masyarakat juga harus terlibat dalam mendiskusikan, walaupun hanya untuk penetapan nama jalan," ujar Guru Besar Penuh Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.
Tentunya, kesabaran menjadi hal terpenting dalam proses penentuan nama dari empat ruas jalan itu. "Jangan tergantung pada emosi sesaat sehingga mencoret usulan itu karena tidak suka dengan tokoh yang bersangkutan," kata Jimly. (Tri Handayani)
Sumber:  http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=333756
Minggu, 01 September 2013
Pilkada Jatim: Lagi-Lagi, Khofifah Meradang, Ini Tanggapan Ketua DKPP
Bisnis.com, JAKARTA —Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) belum dapat mengomentari atas adanya dugaan kecurangan dalam Pilkada Jawa Timur yang disampaikan oleh tim pasangan Khofifah-Herman.

Jimly belum dapat mengomentari karena hasil penghitungan suara belum resmi. Menurutnya, jika KPU Jatim nanti sudah mengeluarkan hasil penghitungan suara resmi nanti ada pihak yang tidak puas, maka mereka berhak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tunggu saja dulu hasilnya, nanti kalau hasil resminya sudah keluar dan ada perselisihan atau pihak yang tidak puas akan dapat dibuktikan dalam persidangan terbuka di MK, jadi tidak usah di komentari dulu laporan ini,” ujarnya yang ditemui usai menghadiri acara halal bihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Jumat (30/8/2013).

Menurutnya, sengketa-sengketa yang terjadi dalam pemilu ini bukanlah kesalahan dari pihak manapun. Namun, tingkat peradaban politik demokrasi di Indonesia yang memasuki masa 15 tahun ini masih perlu perbaikan dan pembelajaran.

“Demokrasi di Indonesia ini memang masih belum sempurna, tetapi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Mesir yang gagal dalam menjalankan transformasi demokrasi.”

Editor : Bambang Supriyanto

 

Sumber:  http://www.bisnis.com/pilkada-jatim-lagi-lagi-khofifah-meradang-ini-tanggapan-ketua-dkpp

Minggu, 01 September 2013
Usulan Perubahan Nama Jalan Tergantung Presiden

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, usulan perubahan nama jalan bisa ditolak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia bersama tim Panitia 17 hanya mengusulkan perubahan nama jalan itu, tetapi keputusan ada di tangan Presiden.

"Bisa saja ditolak. Tapi, belum mengerti, menerima aturannya saja belum," kata Jokowi di Monumen Nasional, Minggu (1/9/2013).

Usulan perubahan nama jalan tersebut disampaikan oleh Panitia 17, yang diketuai oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie, dan anggota yang terdiri dari Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto hingga mantan anggota DPR RI, Permadi.

Jokowi menyebutkan, perannya sebagai Gubernur hanya menerima usulan tersebut untuk kemudian diteruskan kepada Presiden Yudhoyono. Keputusan terakhir tetap berada di Presiden dan terbentuk dalam Keputusan Presiden (Keppres). "Kami mengolahnya di Pemprov, kemudian kita teruskan kepada presiden," kata Jokowi.

Usulan perubahan nama jalan tersebut mencakup Jalan Merdeka Utara, yang diusulkan menjadi Jalan Soekarno. Adapun Jalan Merdeka Selatan diusulkan menjadi Jalan Hatta, Jalan Merdeka Timur menjadi Jalan Soeharto, dan Jalan Merdeka Barat menjadi Jalan Ali Sadikin.

Jokowi mengatakan, yang telah disepakati panitia untuk diajukan kepada Presiden baru dua jalan, yakni Jalan Merdeka Utara menjadi Jalan Soekarno dan Jalan Merdeka Selatan menjadi Jalan Hatta. Dua nama jalan sisanya masih kontroversial bagi beberapa pihak. Ia berharap agar nama jalan baru, yang merupakan upaya rekonsiliasi sejarah tersebut, bisa disetujui pada September 2013.

Editor : Laksono Hari Wiwoho
 
Sumber:  http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/01/1447356/Usulan.Perubahan.Nama.Jalan.Tergantung.Presiden
Sabtu, 31 Agustus 2013
Jimly Sebut DKPP tidak Tangani Proses Pemilu

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie mengaku tak sedikit pengaduan yang datang ke DKPP adalah untuk persoalan mengadu nasib dan berharap statusnya sebagai peserta pemilu dipulihkan.

Hal ini diketahui, sambung Jimly, karena ada yang sampai tim kuasa hukumnya datang ke DKPP dengan penuh amarah melaporkan pihak penyelenggara pemilu.


Namun, dikatakan Jimly, bagaimana pun DKPP akan tetap melindungi dan menghormati KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu.

"Jangan melaporkan ke DKPP hanya untuk melampiaskan rasa dendam. Banyak dari mereka yang datang dengan kalimat yang belum-belum sudah bicara hak. Cara berpikirnya saja sudah salah. Mereka berpikir dengan datang ke DKPP bisa untuk mempengaruhi proses, padahal tidak," ucap Jimly saat berbincang, Sabtu (31/8).

Pihaknya menegaskan, DKPP tidak berkaitan sama sekali dengan proses pemilunya. Sebab, ranah yang dikerjakan DKPP adalah persoalan etika perilaku pejabat penyelenggara maupun peserta pemilu.

"Kita melihat apakah pelanggaran kode etik dilakukan atau tidak. Jangan mentang-mentang kami pernah memutuskan Bacaleg PAN, Selviana masuk kembali ke DCS dan juga memulihkan Khofifah orang menyangka DKPP bisa mempengaruhi pemilu," pungkasnya.

Dijelaskan Jimly, terkait putusan mengenai Caleg PAN, Selviana Hosen dan Pasangan Cagub dan Cawagub, Khofifah Indar Parawansa dan Herman Surjadi Sumawiredja diharapkan semua pihak dapat memahami seluruh keputusan DKPP. (Astri Novaria)


Editor: Edwin Tirani

Sumber:  http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/08/31/1/178650/-Jimly-Sebut-DKPP-tidak-Tangani-Proses-Pemilu

Jum'at, 30 Agustus 2013
DKPP : Pilgub Jatim Contoh Integritas Pemilu 2014
suarasurabaya.net - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menilai Pemilihan Gubernur Jawa Timur bisa menjadi contoh integritas pemilu 2014. Demikian penilaian dari Jimly Asshidiqie Ketua DKPP.

Jimly melihat Pilgub Jatim berjalan dengan baik, dari sisi legalitas maupun etika. Pilgub Jatim kemarin, juga dinilai Jimly sudah fair.

"Saya rasa ini sudah berjalan dengan baik dan fair, apalagi ada kompetisi yang menarik antara pasangan Karsa dan Berkah," kata Jimly.

Keputusan DKPP menjadikan Pilgub Jatim berjalan menarik dengan keikutsertaan pasangan Khofifah-Herman yang sebelumnya hampir gagal.

Jimly tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya, jika pasangan Khofifah-Herman tidak ikut, pasti tidak akan terjadi kompetisi yang menarik dalam Pilgub Jatim.

Tentang munculnya masalah formulir C1 maupun BC, Jimly melihat itu hanya sebagai masalah administrasi saja, bukan substansial. Sejauh ini, kata Jimly, DKPP sendiri belum terima laporan soal adanya sengketa pilkada Jatim.

Tetapi, kalau nanti ada sengketa pemilu kepala daerah Jawa Timur, Jimly mempersilakan pihak-pihak yang keberatan melaporkan ke DKPP.(faz/rst)

Editor: Restu Indah
 
Sumber:  http://www.suarasurabaya.net/fokus/54/2013/123773-DKPP-:-Pilgub-Jatim-Contoh-Integritas-Pemilu-2014
CopyRight © jimly.com 2007 - 2008